Friday, June 6, 2014

PEMIMPIN ITU HARUS ....


Berhentilah Memerintah


Kutipan dari tetangga sebelah anne ahira newsletter tentang pemimpin sejati, tulisan yang inspiratif dan cukup mengena buat diri saya pribadi dalam lingkungan pekerjaan saat ini.

Pemimpin identik dengan kekuasaan dan perintah, keinginan untuk dilayani atawa ngebossy (*bahasa keren). Padahal seorang pemimpin sejati itu adalah pemimpin yang penuh rasa tanggungjawab dan pemberi motivasi dan solusi.

Kutipan dari Eugene B. Habecker, “Pemimpin sejati selalu melayani orang-orang. Dalam memimpin, mereka tidak selalu bertindak populer, dan tidak juga selalu mengesankan. Tetapi pemimpin sejati selalu dimotivasi oleh kepedulian kasih dibandingkan hasrat kejayaan pribadi dan merekapun bersedia membayar harganya”


Dear all,

Memimpin yang efektif bukanlah mengenai bagaimana memerintah anak buah. Semua orang pun bisa melakukan hal itu jika diberi kekuasaan. Memimpin yang efektif adalah sebuah seni melayani. Pemimpin yang memiliki banyak pengikut adalah pemimpin yang melayani.

Menurut pakar kepemimpinan John C.Maxwell, untuk menjadi orang besar kita harus mau menjadi yang paling kecil dan juga pelayan bagi orang lain.

Sekedar Renungan, khususnya anda yang telah menjadi pemimpin: ”  
1. Layanilah orang lain dengan melakukan apa yang kita minta lakukan pada orang lain.  
2. Bersedia menyingsingkan lengan baju anda untuk bekerja, otomatis anda akan menjadi contoh bagi karyawan atau pengikut anda.
3. Dengarkan aspirasi karyawan dan berempatilah pada mereka. Empati Anda akan menimbulkan rasa hormat mereka terhadap Anda, serta memberikan pertumbuhan pada diri Anda dan pengikut Anda.  
4. Jadilah mentor mereka. Menjadi mentor adalah bagaimana kita mengubah seseorang menjadi seseorang yang lebih baik lagi.  
5. Fokuslah juga pada solusi permasalahan, bukan pada kesalahan karyawan Anda.
6. Formulasikan rencana tindakan Anda untuk mengatasinya.
 7. Jika Anda ingin menjadi pemimpin pada tingkat tertinggi, bersedialah melayani orang yang paling rendah.

Egoisme yang membuat kita lupa akan tujuan kita memimpin, pemimpin bukan jagoan memberi perintah, tapi siap mengorbankan waktu dan tenaga untuk melayani orang lain dan juga pemberi solusi, motivasi dan semangat bukan meminta solusi dan pembunuh semangat. Moga jadi pemimpin yang baik yah, paling tidak 3 dari 7 renungan tadi bisa diaplikasikan. Percaya dah (Curhatan anak buah *red)